Seiring detik waktu berjalan menyambut malam dalam kesunyian.
Berdiri bersandar menyembuhkan luka mengusap air mata.
Teringat selembar demi lembar cerita lama yang tersusun rapi
dipikiran.
Tak terasa kau ternyata telah pergi lama.
Meninggalkan semua yang pernah indah. sebelum aku sempat berikanmu
sesuatu yang berarti, kau telah melangkah melanjutkan perjalananmu tanpa
diriku.
Semua terasa begitu cepat, kau seperti berlari menjauh dan kini
telah menjadi bayang semu.
Tak pernah ku dapati lagi cerita manismu dihidupku.
Bahkan sejauh waktu dari yang lalu itu pun kau tak pernah sedikit
pun menengok ke arah belakang, untuk melihatku sejenak.
Tanpa kau sadari aku masih duduk menunggu kehadiranmu lagi.
Hai masa lalu, temukanku dalam sepimu bawa aku dalam doamu.
Kau tak tau aku merindukanmu, yang kau tau aku baik-baik saja tanpa
hadir sosokmu.
Jika aku menyapamu dalam semu ataupun nyata, jangan abaikanku.
Dan ku tata lembaran-lembaran kusam itu kembali dengan tangan
mengusap air yang membasahi pipi.